RSS

Minggu, 29 November 2009

PESAN ANAK Untuk ORANG TUA

1. Saya adalah hadiah yang istimewa dariTuhan.Tolong perlakukan saya sebagai harta berhagai.Bimbinglah saya untuk semua tindakan saya.Beri panduan tentang cara mejalani hidup dengan disiplin dan dengan cara yang manis.
2. Tolong jangan mengharapkan kesempurnaan setiap kali saya mengerjakan sesuatu,memahami pelajaran membesihkan tempat tidur,menggambar,atau bermain bola.
3. Papa/Mama harus rajin berkarja seperti waktu Papa/Mama meminta saya rajin belajar.
4. Mata saya belum melihat dunia seperti Papa/Mama lihat.Tolong izinkan saya menjelajihany secara aman.Jangan terlalu banyak membuat larangan yang tak perlu.
5. Saya masih kecil untuk waktu yang begitu singkat. Tolong luangkan lebih banyak waktu untuk menjelaskan dunia yang ajaib ini, dan lakukan secara tulus ikhlas.
6. Saya masih halus dan sensitive. Jangan memarahi saya sepanjang hari, apalagi dengan kata-kata yang bias melukai perasaan saya.
7. Saya memerlukan dorongan dan pujian untuk tumbuh. Tolong jangan cepat mencela yang saya kerjakan.
8. Beri saya kebebasan untuk membuat keputusan-keputusan menyangkut diri saya sendiri. Biarkan saya gagal sehingga saya dapat belajar dari kesalahan dan kegagalan saya. Dengan demikian saya akan siap untuk membuat keputusan yang dituntut hidup dari saya.
9. Jangan takut untuk pergi berakhir pekan bersama.
10. Tolong jangan kerjakan segalanya untuk saya. Jangan membanding-bandingkan saya dengan saudara perempuan atau laki-laki saya.
11. Tolong ajak kami beribadah secara teratur, beri contoh sikap hidup sehari-hari yang baik untuk saya teladani.
12. Papa/mama harus dapat menjaga kesehatan. Kalau sakit siapa yang akan mengurus kami????

SEDIKIT KARYA YANG DILAKUKAN DENGAN SEMPURNA LEBIH BERMANFAAT DARI PADA BANYAK PEKERJAAN YANG TIDAK MENENTU

3 GAYA BELAJAR

Setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Biasanya gaya-gaya tersebut bawaan lahir atau diturunkan oleh orang tuanya. Bayi yang baru lahir dipenuhi dengan penglihatan, suara, dan kepekaan. Pendengaran, penglihatan, serta rangsangan sentuhan diterima dengan penerimaan yang sangat peka oleh telinga, mata, dan kulit bayi. Di tahun-tahun pertama kehidupannya di dunia, dari tiga pengelompokan gaya belajar, biasanya anak-anak memberikan satu gaya belajar yang lebih menonjol dari dua gaya belajar yang lain tergantung dari kepekaan gaya belajar mereka. Ketiga kelompok itu adalah Pendengar, Pengamat, dan Penggerak.
1. Pendengar
Anak-anak yang termasuk jenis ini memperlihatkan ketertarikan yang lebih pada suara-suara dan kata-kata. Kemampuan mereka dalam berbicara lebih cepat dan juga cepat mengenal kata-kata baru serta senang bila dibacakan cerita-cerita.
2. Pengamat
Anak-anaka yang termasuk jenis ini tertarik pada warna, bentuk dan gambar-gambar hidup. Koordinasi mata-tangan mereka sangat baik dan sebagai anak-anak mereka senang bermaindengan balok-balok dan puzzle.
3. Penggerak
Anak-anak yang termasuk jenis ini senang dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan tubuh seperti merangkak, berjalan, dan biasanya kemampuan mereka berjalan lebih cepat. Mereka terkoordinasi dan yakin dengan tubuh mereka. Gaya belajar ini dapat diamati sejak dini karena merupakan bawaan lahir dan sifat yang diturunkan oleh orang tuanya. Selain sebagai gaya yang diturunkan oleh oramg tuanya, kadang-kadang gaya belajar anak cenderung mendekati gaya sanak keluarganya.
Jika anak tidak mendapatkan bimbingan dan dukungan dari orang tuanya, seiring dengan perjalanan waktu ia cenderung terpaku pada satu gaya belajar. Bila hal ini terjadi sejak kelas satu sekolah dasar, anak yang termasuk tipe pengamat kemungkinan akan mengalami kesulitan menguasai bidang yang berhubungan dengan suara, tipe pendengar akan mengalami kesulitan dalam bidang matematika, dan tipe penggerak akan sulit duduk tenang di dalam kelas.
Gaya belajar yang ekstrem dapat menghasilkan ketidakmampuan belajar. Beri dukungan pada anak anda sedini mungkin untuk dapat menguasai ketiga gaya belajar tersebut dengan porsi yang sama dari lingkungan di tinggal. Dengan memaksimalkan kemampuan belajarnya, kesulitan atau masalah yang mungkin dihadapi anak dapat di cegah atau diminimalkan lebih awal. Anak adalah harapan keluarga dan masa depan bangsa. Bimbinglah mereka agar mereka mampu mewujudkannya.

0 komentar:

Posting Komentar